MUI Minta Guru Ngaji yang Cabuli 10 Anak Dihukum Berat

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 20:14 WIB
Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan

HALUAN KALTIM - Aksi pencabulan terhadap  10 murid perempuan yang dilakukan oleh oknum guru ngaji berinisial MMS (52) di Beji, Depok mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita mengecam itu, kekerasan seksual itu tidak dibenarkan dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun," ujar Wakil Sekjen MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Badriyah Fayumi.

MUI berharap agar pelaku dihukum berat. Dia berharap hukuman yang diberikan bisa berdampak pada efek jera terhadap pelaku tindak pelecehan seksual anak.

Baca Juga: Kasus Positif Harian Covid-19 di Tanah Air Bertambah hingga 232 Kasus

"Kalau melakukan tindak kekerasan seksual harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan dihukum seberat-beratnya supaya ada efek jera bagi yang bersangkutan dan juga bagi masyarakat secara umum," tuturnya.

Menurut Badriyah, tidak sedikit kasus kekerasan seksual yang tidak dituntaskan saat diproses hukum. Bahkan, korban mengalami didiskrimanasi ketika melapor.

"Kita problemnya ini kan sering kali kekerasan seksual ini masih dianggap sesuatu yang, kalau diproses hukum ya sering kali tidak sampai tuntas, atau macam-macam gitu, atau mengalami kesulitan, kadang melapor malah didiskrimanasi," terangnya.

Baca Juga: Berikut Daftar Kapolres di Wlayah Jabodetabek yang Dirotasi Kapolri

Ia menilai hukum saat ini belum memberikan perlindungan secara maksimal kepada korban kekerasan seksual. Dia menegaskan korban seharusnya dipulihkan secara menyeluruh.

"Memang kita masih belum memiliki perlindungan hukum yang komprehensif dan sistematis yang bisa melindungi semua orang dari menjadi korban maupun pelaku dan juga melindungi dan memulihkan korban," tukasnya.

Halaman:

Editor: Faisal Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Belum Terima Penangguhan Penahanan Adam Deni

Sabtu, 5 Februari 2022 | 15:59 WIB

Terpopuler

X