Bareskrim sebut SPK dari Kementerian yang Digunakan Pelaku Penipuan Alkes adalah Palsu

- Jumat, 24 Desember 2021 | 12:10 WIB
Dirtipideksus Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan
Dirtipideksus Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan

HALUAN KALTIM - Bareskrim Polri mengungkap jika Surat Perintah Kerja (SPK) dari Kementerian yang digunakan oleh tersangka penipuan suntik modal investasi Alkes adalah palsu.

"Surat yang digunakan palsu," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Jumat 24 Desember 2021.

Baca Juga: Pemilik Warung yang Cabuli Bocah di Bekasi Ditangkap Polisi

Ketiga tersangka mencatut dan memalsukan kop surat dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam meyakinkan para korban.

"Dari dua kementerian, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik menemukan fakta baru dalam kasus penipuan investasi suntik modal alat kesehatan (alkes) yang merugikan Rp1,3 triliun yakni dengan melampirkan surat perintah kerja (SPK) dari kementerian terkait.

Baca Juga: Pria di Bekasi Cabuli Seorang Ibu dan Dua Anaknya dengan Modus Terapi Pijat

Selain itu, para pelaku kerap menampilkan foto paket alat kesehatan kepada korban serta diiming-imingi keuntungan sebesar 30 persen.

"Modusnya penipuan, dengan menampilkan foto untuk meyakinkan korban atau investor, foto paket alkes seperti itu," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Baca Juga: Kasus Terkonfirmasi Omicron di Indonesia jadi 8 Orang, Kemenkes: Dibawa WNI dari Malaysia dan Kongo

"Pembuatan surat ini yang membuat korban yakin. Selain itu juga dia (korban) tergiur karena disini cuan atau keuntungannya besar," jelas Ramadhan.***

 

Editor: Faisal Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Belum Terima Penangguhan Penahanan Adam Deni

Sabtu, 5 Februari 2022 | 15:59 WIB

Terpopuler

X