JPU Tuntut Pemerkosa 13 Santri dengan Hukuman Mati, Menteri PPPA: Sesuai UU

- Rabu, 19 Januari 2022 | 19:13 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga

HALUAN KALTIM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyebut jika pemerkosa 13 santriwati yang dituntut JPU dengan hukuman mati dan kebiri kimia telah sesuai dengan Undang-undang (UU).

"Tuntutan yang diberikan oleh pak Kajati sudah mengacu pada Undang-undang Perlindungan Anak Tahun 2014 yang diubah menjadi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, disana sudah ada pengembangan pasal 81 yang dulunya ada 3 pasal dan sekarang ada pasal 5," jelas Bintang pada Rabu 19 Januari 2022.

Bintang menegaskan, tuntutan Kajati yang juga langsung menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus Herry Wirawan sudah sesuai dengan UU yang berlaku. Hal itu agar memberikan efek jera kepada para pelaku predator seksual.

Baca Juga: Terima Laporan 263 Korban Penipuan Investasi Suntik Modal Alkes, Polri: Kerugian Capai Rp503 Miliar

"Nah ini kan salah satunya memberikan efek jera kepada pelaku," ucapnya.

Menteri PPPA pun berharap kepada seluruh aparat penegak hukum dapat memberikan keadilan kepada korban dan dapat memberikan kepentingan yang terbaik kepada korban serta memberikan efek jera kepada pelaku.

Lebih lanjut, dia pun mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasihnya secara langsung kepada Kajati Jabar atas tuntutan yang telah dilayangkan kepada pelaku.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Omicron, Kapolri Cek Prokes dan Karantina di PLBN Entikong

"Tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku tapi juga memberikan kepentingan yang terbaik kepada anak anak dan juga anak korban," tukasnya.***

Editor: Faisal Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Belum Terima Penangguhan Penahanan Adam Deni

Sabtu, 5 Februari 2022 | 15:59 WIB

Terpopuler

X