Apa yang Harus Dilakukan jika Masih Positif Covid-19 di Hari Kelima, Berikut Hasil Studinya

- Rabu, 2 Februari 2022 | 23:04 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 /Pixabay/Elf-Moondance/pikiranrakyat
Ilustrasi pasien Covid-19 /Pixabay/Elf-Moondance/pikiranrakyat

HALUAN KALTIM - Sejumlah negara telah memperpendek masa isolasi mandiri untuk penderita Covid-19 menjadi lima hari. Namun, bila tes rapid antigen masih menunjukkan hasil positif pada hari keenam, pasien perlu memperpanjang masa isolasinya.

Dalam studi awal yang melibatkan 70 pemain dan pegawai NBA yang menjalani isolasi, pada hari kelima mereka kembali menjalani tes antigen. Hasilnya, sekitar 40 persen masih menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan temuan ini, penderita Covid-19 disarankan untuk melakukan tes antigen antara hari kelima hingga kesepuluh setelah dinyatakan positif Covid-19. Bila tes tersebut menunjukkan hasil positif, maka perlu memperpanjang masa isolasi menjadi 10 hari.

Baca Juga: Kasus Suap Karantina Rachel Vennya, Polisi Periksa Beberapa Orang Saksi

"Bila hasil tes positif, Anda perlu melanjutkan isolasi hingga hari kesepuluh," ujar Juru Bicara Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Jasmine Reed seperti dilansir dari laman CNBC, Selasa 2 Februari 2022.

Kendati begitu, sejauh ini belum ada metode tes yang dapat menunjukkan seberapa tinggi tingkat penularan seseorang yang terkena Covid-19. Saat ini yang tersedia adalah metode tes untuk mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh.

Saat ini, tes RT-PCR masih menjadi standar emas yang memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi materi genetik virus. Akan tetapi, metode pengetesan ini tak hanya 'mengenali' materi genetik dari virus yang masih hidup tetapi juga yang sudah mati.

Baca Juga: BPPTKG: Gunung Merapi Kembali Munculkan Awan Panas Guguran Capai 2.000 Meter

Oleh karena itu, tes RT-PCR bisa menunjukkan hasil positif berpekan-pekan setelah seseorang sembuh dan tidak menularkan penyakit. "Bahkan satu molekul bisa membuat (hasil) PCR positif," ungkap ahli epidemiologi dr Michael Mina.

Ahli virologi menyatakan hal yang sama tidak berlaku untuk tes rapid antigen. Tes ini bekerja dengan cara mendeteksi protein tertentu pada virus. Dibutuhkan adanya materi virus dalam jumlah yang substansial untuk bisa memberikan hasil positif pada tes rapid antigen.

Halaman:

Editor: Faisal Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ahli: Gejala Omicron Bisa Muncul di Mata dan Hidung

Sabtu, 5 Februari 2022 | 17:42 WIB

Jumlah Positif Covid-19 di DPR RI Bertambah 142 Orang

Kamis, 3 Februari 2022 | 22:08 WIB

Terpopuler

X