Alat Pemantau Gunung Api Sumbing Hilang, Petugas Kesulitan Lakukan Pemantauan

- Senin, 17 Januari 2022 | 11:12 WIB
Petugas saat memperlihatkan alat pemantau gunung sumbing yang hilang
Petugas saat memperlihatkan alat pemantau gunung sumbing yang hilang

HALUAN KALTIM - Bagian alat pemantau Gunung Api Sumbing dilaporkan hilang. Padahal alat yang dipasang di Gunung Api Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tersebut belum genap setahun dipasang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing, Warseno di Desa Gentingsari, Bansari, Temanggung, mengatakan bahwa perlengkapan seismik yang hilang itu adalah aki atau baterai di Stasiun Cedokan, Desa legoksari, Kecamatan Tlogomulyo yang berada di sisi timur Gunung Api Sumbing.

Dikatakan juga bahwa alat pemantau Gunung Api Sumbing yang dipasang pada tanggal 30 Agustus 2021 tersebut pada tanggal 12 Januari 2022 mengalami gangguan.

Baca Juga: Berikut 6 Zodiak yang Terlihat Awet Muda Seiring Bertambahnya Usia

Gangguan yang dialami pun mengakibatkan data di lapangan tidak bisa terpantau di monitor.

"Dengan harapan pada tanggal 13 Januari 2022 gangguan alat tersebut bisa pulih kembali. Maka, kami tunggu dan ternyata tetap tidak bisa, kemudian pada tanggal 14 Januari 2022 kami mengecek ke lapangan ternyata aki sudah hilang," tutur Warseno.

Menurutnya, alat yang ditanam dalam boks dengan kedalaman sekitar 1 meter tersebut, kondisinya sudah dibongkar dan aki tidak ada.

Baca Juga: Pemerintah Hentikan Pemberangkatan Jemaah Umrah Mulai 15 Januari 2022

Dengan hilangnya salah satu komponen tersebut, katanya pemantauan Gunung Api Sumbing agak kurang akurat karena kini hanya mengandalkan satu stasiun di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung.

"Alat tersebut untuk memantau aktivitas kegempaan gunung api. Alat ini sangat penting sebagai referensi atau data utama pada sistem pemantauan gunung api," kata Warseno.

Halaman:

Editor: Faisal Haluan

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X