Alih Kelola Bandara Kualanamu ke India, Said Didu: Penjualan Aset Negara Lewat Belakang

- Rabu, 5 Januari 2022 | 13:04 WIB
Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara
Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara

HALUAN KALTIM - Sekarang ini status nandara Kualanamu tak lagi sepenuhnya menjadi milik Indonesia setelah sebanyak 49 persen sahamnya dimiliki India.

Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyebutkan meskipun Indonesia memiliki saham lebih besar dua persen dari India yaitu sebanyak 51 persen, tetapi negara kini sudah tidak lagi memiliki hak pengelolaan.

Ia menilai, pengalihan hak kelola Bandara Kualanamu tidak ada bedanya dengan penjualan aset negara kepada pihak asing melalui pintu belakang.

Baca Juga: Segerombolan Monyet Turun ke Permukiman Warga di Garut, Diduga Ini Penyebabnya

"Saya pkir kejadian Bandara Kualanmu yang mencari mitra besar-besaran ke depan itu juga cara membungkus, istilah saya itu cara menjual aset lewat pintu belakang," kata Said Didu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Refly Harun.

Berkaca pada kejadian beberapa tahun yang lalu, ada mekanisme yang serupa terkait dengan pengelolaan peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Itu sama persis kejadiannya dulu adalah kerja sama jangka panjang untuk pengelolaan pelabuhan peti kemas Tanjung Priok. Karena itu menguntungkan, maka negara dirugikan," ujar Said Didu.

Pengalihan hak kelola Bandara Kualanamu ke pihak asing menimbulkan polemik, bahkan dinilai akan mengancam Indonesia.

Ancaman tersebut mengingat bandara merupakan salah satu pintu perbatasan penting untuk lalu lintas barang maupun orang yang datang dari luar negeri.

Baca Juga: Pria yang Aniaya Suami Selingkuhannya di Tangsel Diringkus Polisi

Halaman:

Editor: Faisal Haluan

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral Eks Kader PKS Sebut IKN Tempat Jin Buang Anak

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:47 WIB

Mensesneg: Rencana Penambahan Wamen Belum Ada

Minggu, 9 Januari 2022 | 13:48 WIB

Terpopuler

X